Cegah Korupsi, Hak Rakyat Kembali

Jurnalis Warga

Negeriku sayang, negeriku malang. Perjuanganku, perjuanganmu, dan perjuangan kita semua belum selesai. Biarkan mereka melahap semua yang mereka inginkan, menikmati semua hak rakyat, hingga mereka tersungkur dan tersadar bahwa kenikmatan ini hanya sesaat. Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya akan tercium juga. “Sepandai-pandainya mereka bersembunyi, pada akhirnya akan dijeruji besi juga.” pikirku, saat itu. Namun, pikirku itu seolah dipatahkan oleh mereka. Bukannya berusaha untuk memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi, mereka malah melemahkan peraturan yang membuat para koruptor hidup dengan kemewahan, kemewahan milik rakyat. Tidakkah mereka berkecukupan dengan apa yang mereka miliki dan dapati saat ini? Apalagi yang mereka inginkan dari yang seharusnya menjadi hak rakyat? Mereka bisa menikmati apa saja dengan yang mereka miliki, namun rakyat? Berpikir dua kali. Rakyat ditangkap melakukan korupsi dalam lingkup yang kecil. Tapi mereka? Mereka senang, rakyat tak tenang. Hak-hak rakyat mereka ambil seenaknya. Bagi sebagian orang, tidak mengapa sesekali merasakan kenikmatan ini. kenikmatan yang hanya dapat dirasakan sekali seumur hidup. You Only Live Once, mungkin itu adalah prinsipnya.
Untukku, untukmu dan kita semua. Kita adalah manusia yang lemah. Yang paling mudah untuk digoda, dirayu, dan diiming-imingkan untuk sebuah kekuasaan. Mungkin saat ini aku, kamu dan kita semua adalah orang yang pantang dan benci terhadap korupsi. Berusaha menjadi sosok terbaik bagi diri kita. Menjadi mahasiswa yang tak pernah curang, menjadi seorang pekerja yang menolak suap, dan tepat waktu. Kita selalu berusaha untuk mencegah korupsi. Hingga pada akhirnya kita semua melihat bahwa kita dipermainkan. Kita ditertawakan karena sikap lugu kita. Kita dibenci, dijauhi, disudutkan,  dan dihancurkan karena prinsip kita. Kita disisihkan karena melakukan kejujuran. Kejujuran yang mereka prioritaskan namun mereka hancurkan dibelakang kita. Ya, kebenaran yang mereka anggap salah. Kebenaran mencegah korupsi.
Berikan selamat pada kami, rakyat yang kau siksa. Tersiksa dengan peraturan yang kau buat yang pada akhirnya generasi penerusmu juga akan menggantikan posisimu. Posisi yang selama ini kau bangga-banggakan, pada akhirnya akan digantikan juga. Digantikan oleh generasimu yang bertahun-tahun memperhatikan semua perbuatanmu. Mengikuti semua alur ceritamu, yang menyakiti rakyat. Hatiku hancur. Hatiku menangis membayangkan itu semua. Ingat, itu hanyalah bayangan. Membayangkannya saja membuatmu tak enak bukan? Membuat makanmu juga menjadi tak enak membayangkan negeri ini dipenuhi oleh para koruptor junior. Sama, aku pun begitu. Tak ingin para koruptor junior meneruskan penghancuran ini. Ayolah bangun. Jangan mengedepankan ego dan nafsu. Jangan mencatat sejarah yang memilukan lagi pada negeri ini. Ayo sama-sama kita cegah korupsi, mulai dari lingkungan terkecil sekalipun. Jangan melemahkan KPK dan jangan buat KPK tak bebas dalam melakukan pekerjaannya. Buka jalan yang lebar pada KPK agar mereka bisa memberantas Korupsi sampai ke akar-akarnya. Jangan dipersempit ruang KPK karena itu hanya akan membuat generasi koruptor semakin berkembang di negeri ini. Jangan membenarkan suatu pekerjaan padahal itu adalah kesalahan yang dapat menyakiti kami. Jika KPK saja dilemahkan, bagaimana dengan kami rakyat biasa?
Semua orang punya prinsip hidupnya sendiri. Prinsip untuk menjadi pribadi yang jujur memang kita inginkan pada setiap individu. Kita mengharapkan setiap manusia bisa menerapkan sikap jujur atas apa yang mereka lakukan. Menurutmu begitu? Mengatakan dengan lantang keinginanmu memiliki generasi yang jujur. Kau tak salah, untuk saat itu. Bagaimana bisa kita menghargai kejujuran bila para pemberantas korupsi saja dilemahkan? Apa fungsi KPK bila mereka tidak bisa bekerja sesuai alurnya? Namanya saja Komisi Pemberantasan Korupsi, maka harus say bye kepada para koruptor. Mereka yang memberantas korupsi harusnya kita beri apresiasi untuk terus mengawasi bibit-bibit koruptor. Kita juga harus mengapresiasi para pelajar, mahasiswa, pengajar dan pekerja karena telah membantu negeri ini mencetak generasi anti korupsi. Bukankah itu hal yang membahagiakan? Kita semua sama-sama dihargai. Kita semua juga merasakan dan menikmati hak yang sama. Kita sama-sama berjuang mencegah korupsi yang mungkin terjadi di sekeliling kita. Memang tak mudah, karena kebenaran dan kejujuran akan selalu dibenci oleh mereka yang menginginkan kehancuran. Tak ada yang menginginkan kehancuran bukan? Ingatlah selalu bahwa ada hati yang harus dijaga, hati dan kebahagiaan rakyat ini.




Komentar

Posting Komentar